Pengumuman penarikan di Indonesia sesuai arahan dari Toyota Motor Corporation (TMC) mengenai ditemukannya potensi masalah sensor airbag di sejumlah produk Toyota di dunia.
"Program SSC adalah layanan yang diberikan Toyota untuk memastikan produk-produk yang bahkan sudah berada di pelanggan masih terus diperhatikan, sehingga apabila ada sesuatu yang diperkirakan memberikan potensi yang dapat mengurangi kenyamanan dan keselamatan berkendara, maka Toyota akan memeriksanya," kata Wakil Presden Direktur Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto dalam keterangan resmi diterima CNNIndonesia.com, Senin (14/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"SSC hadir untuk memberikan layanan yang cepat dan efektif kepada para pelanggan Toyota. SSC kami hadirkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan semangat peace of mind bagi pelanggan," jelas Henry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dunia, recall airbag Toyota dilakukan sejak 2015 silam dan terus berlangsung. Mobil-mobil itu disinyalir menggunakan kantong udara yang bermasalah.
Dikabarkan bahwa kantung udara tetap mengembang ketika terjadi tabrakan, namun ledakan inflator terlalu kuat sehingga serpihan logam menembus keluar airbag dan dapat melukai penumpang. (mik)