Aksi radikal tersebut dilakukan untuk menimbulkan ledakan luar biasa dan trauma mendalam bagi siapapun yang terkena dampak ledakan. Di Indonesia, aksi bom mobil pernah dilakukan saat Bom Bali I pada tahun 2002 dan Kedubes Australia tahun 2004.
Masih banyak bom mobil lain di sejumlah negara yang didera konflik mulai dari Irak atau Afghanistan. Seperti serangan bom mobil di Utara Baghdad pada Juli 2016 dilaporkan telah menewaskan sembilan orang dan mengakibatkan 32 orang mengalami luka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Ia meninggalkan gerobak kudanya dan menghilang dengan sebuah selebaran bertuliskan "bebaskan para tahanan politik atau kalian semua akan mati". Daya ledaknya cukup besar hingga menewaskan empat puluh orang dan 200 terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mike Davis, salah satu penulis asal Amerika Serikat menilai bom mobil sebagai simbol kekuatan orang miskin (poor man's air force) untuk memperjuangkan keadilan mengutip counterpunch.com, Senin (14/5).
Sejak saat itu penggunaan bom mobil akhirnya dianggap sebagai senjata siluman yang murah dan mudah secara operasional sebagai bahan peledak untuk melemahkan targetnya. Dan kini penggunaan bom mobil digunakan sebagai aksi bunuh diri oleh pelaku. (mik)