Satu hari setelah berakhirnya teror bom, bagaimana aktivitas pengiriman sepeda motor ke Jawa Timur khusus Surabaya dan Sidoarjo, mengingat aktivitas warga setempat pada Minggu dan Senin (13/14/5) sempat terhenti.
Menanggapi kondisi itu, Direktur Pemasaran Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya menjelaskan pengiriman sepeda motor ke sejumlah jaringan di Jawa Timur khususnya Surabaya dan Sidoarjo berjalan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Pemasaran dan Penjualan divisi roda dua Suzuki Indomobil Sales (SIS) Yohan Yahya saat dimintai tanggapan seputar kegiatan bisnis Suzuki di tengah aksi teror yang berlangsung di dua kota di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada laporan yang menunjukkan hal tersebut (suplai terkendala). Kami yakin tidak akan ada pengaruh dari peristiwa kemarin," jelas Yohan.
Sementara itu momen lebaran tahun ini dimanfaatkan Honda dan Suzuki untuk mendongkrak penjualan sepeda motornya di Jawa Timur.
AISI membidik pertumbuhan penjualan sepeda motor Indonesia pada tahun 2018 pada angka 6,1 juta unit.
Target penjualan tahun ini sebenarnya sedikit di bawah target penjualan awal tahun 2017 yang sebesar 6,2 juta unit. Namun, target kembali direvisi menjadi 5,9 juta unit dan kembali direvisi menjadi 5.750.000 unit sepanjang tahun lalu.
Nada optimistis juga disampaikan pihak Suzuki, di mana Ia menyebutkan menjelang libur lebaran untuk membangkitkan penjualan sepeda motor dalam negeri.
"Biasanya menjelang hari pertama puasa agak sedikit stagnan karena semua sibuk mempersiapkan puasa pertama. Tapi setelahnya akan membaik dan meningkat," tutup Yohan. (mik)