Menanggapi regulasi pemerintah tersebut, Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyatakan tak khawatir dengan kesiapan yang mereka miliki selama ini.
Menurut Kepala Service SIS Riecky Patrayudha, Suzuki bermesin Euro 4 bukanlah barang baru bagi SIS. Sebab sejak 2014, SIS sudah memproduksi produk standar Euro 4 untuk pasar ekspor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sebaliknya, Riecky mempertanyakan ketersediaan bahan bakar Euro 4 setelah September tahun ini. Ia pun menilai sampai kini belum mendapat kepastian bagaimana cara mendapat bahan bakar itu.
Lihat juga:Toyota Indonesia Siap Naik ke Euro 4 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suzuki Ertiga mengantongi Euro 4
MPV Ertiga untuk pasar domestik dan ekspor dipastikan telah mengadopsi standar Euro 4. Masih ada beberapa model Suzuki lain yang belum mengantongi Euro 4, salah satunya pikap Carry.
Namun ke depan, Suzuki Carry dipastikan menerapkan Euro 4 dengan alasan masih banyak peminatnya di Indonesia.
Suzuki Ertiga generasi terbaru menggunakan mesin kode K15B empat slinder kapasitas 1.462cc untuk menggantikan mesin sebelumnya, yaitu mesin kode K14B kapasitas 1.373cc.
Untuk mesin baru menyajikan panjang bore 74,0 mm dan stroke 85,0 mm. Sedangkan mesin K14B memiliki ukuran bore lebih pendek, yaitu 73,0 mm dan 82,0 mm pada strokenya.
Selain lebih irit, mesin juga diklaim lebih bertenaga, yakni menyemburkan tenaga sebesar 104,7 ps (103,2 tenaga kuda) pada RPM 6.000 dengan torsinya 138 nm pada RPM 4.400. Sedangkan mesin sebelumnya cuma 92,4 ps (91,1 tenaga kuda) pada RPM 6.000 dengan torsi 130 nm pada RPM 4.400.
Ia pun memastikan jika seluruh produknya sudah berstandar Euro 4, harga jual kendaraan Suzuki dipastikan tidak akan naik. Kalaupun ada kenaikan harga dipastikan secara bertahap dan tak signifikan kenaikan harganya.
"Enggak ada kenaikan (harga). Standar-standar saja," tutup Riecky. (mik)