Regulasi emisi Euro4 melalui Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 20/Setjen/Kum.1/3/2017 yang sudah diterbitkan pada 10 Maret 2017, di mana efektif berlaku untuk mesin berbahan bakar diesel pada 2021.
"Insya allah kami siap, kalau 2021 kan kendaraan niaga. Kami sudah siapkan proses untuk mengadopsi Euro 4. Jadi begitu Euro 4, kami tinggal penyesuaian sedikit," kata Direktur Penjualan dan Pemasaran KTB Duljatmono di Jakarta akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau untuk produksinya saya tidak tahu persis. Tapi kalau penambahan saya rasa ada (volume produksi). Bagaimana detilnya tapi saya kurang tahu," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Direktur Marketing PT TDMI Pankaj Jain bahwa pihaknya sudah sangat berpengalaman memproduksi kendaraan komersial ringan dan berat dengan standar emisi Euro 4.
Dikatakan Pankaj begitu regulasi efektif berlaku pada 2021, TDMI cukup menyesuaikan dan memproduksi truk sudah menggunakan standar Euro 4 dengan teknologi common-rail.
Manajer Komunikasi TMDI Kiki Fajar mengatakan Indonesia adalah pasar penting bagi Tata Motors. Selama lima tahun hadir di Indonesia, kendaraan asal India cukup digemari konsumen di Indonesia.
"Kami sudah lima tahun hadir di Indonesia. Penjualan kami terus berkembang dari tahun ke tahun, ini menandakan kendaraan produksi Tata Motor dibutuhkan konsumen di dalam negeri," ucap Kiki.
Pencapaian Tata Motors Ltd di Indonesia cukup baik dan terakhir yaitu kesepakatan MoU kerjasama bisnis kendaraan pertahanan dan militer dengan PT Pindad. Perusahaan pelat merah itu telah menjalin kerjasama dengan perusahaan otomotif Tata Motors untuk memproduksi kendaraan militer, salah satunya water canon. (mik)