Kedua manufaktur itu bahkan telah mengirimkan mobil-mobil ramah lingkungan mereka ke Kementrian Perindustrian untuk keperluan riset dan melibatkan sejumlah pihak, dengan harapan menjadi pintu masuk era mobil listrik di Tanah Air.
Kendati sama-sama mengirim mobil listrik untuk kebutuhan riset, namun Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto menjelaskan, ada perbedaan penelitian yang dilakukan antara Mitsubishi dan Toyota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Toyota juga membangun enam unit stasiun pengisian level dua (4 jam pengisian, 3.500 watt) serta menyediakan asistensi teknik dalam kegiatan penelitian dan studi komprehensif kendaraan elektrifikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Regulasi LCEV masih misterius
Airlangga belum bisa mengungkapkan kapan regulasi kendaraan rendah emisi karbon (LCEV) resmi diumumkan. Ketua Umum Partai Golkar itu hanya menjanjikan bahwa regulasi tersebut bakal diterbitkan tahun ini.
"Nah ini diharapkan tiga bulan ke depan bisa menghasilkan studi, studi di kemeterian terkait itu dengan lingkungan hidup, studi dilakukan perhubungan itu terkait laik darat, dan studi itu juga merubah beberapa fitur seperti misalnya plug-in hybrid atau hybrid itu kan tidak ada ban serepnya sedangkan UU mobil tanpa ban serep tidak boleh jalan. Jadi itu beberapa hal yang harus kami perbaiki dan revisi," tutup Airlangga. (mik)