Uji coba ini bertujuan untuk menghemat penggunaan bahan bakar pada kendaraan bermotor selain dianggap bisa menyejahterakan pengemudi Gojek.
Menurut Associate Partner Solidiance Gervasius Samosir, pengemudi Gojek dalam sehari bisa menghabiskan Rp10-25 ribu untuk membeli bahan bakar. Dengan penggunaan motor listrik, pengemudi Gojek bisa memotong anggaran bensin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama ini kami lakukan untuk trial assesment. Kami harapkan Gojek bisa menjadi agen perubahan dalam penerapan kendaraan listrik di Indonesia," jelas Gervasius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ke-10 motor listrik tersebut tetap menjalankan layanannya seperti biasa. Masyarakat jangan merasa aneh jika dijemput oleh Gojek dengan motor tanpa suara dan emisi gas buang.
"Transportasi ini mengakomodasi sekitar 25 persen total konsumsi energi. Sosok energinya 70 persen berasal dari bahan bakar fosil. Ini tidak sustainable (tidak efisien)," jelas Ramda.
Dalam uji coba ini pengemudi Gojek bisa melakukan pengisian ulang baterai di Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) secara cuma-cuma. Kemudian, pengemudi juga bisa menggunakan aplikasi besutan Solidiance yang bisa mengirimkan baterai pengganti apabila baterai motor pengemudi telah habis. (mik)