Dari total 200 responden, terbagi menjadi 100 pemilik motor dan 100 pemilik mobil di Indonesia. Hasil survei menunjukkan dari 63 orang pemilik sepeda motor mengetahui bahwa motor listrik dijual di Indonesia, namun 83 persen dari 63 orang itu mengatakan tidak bersedia membeli sepeda motor listrik dalam satu sampai dua tahun ke depan.
Minat yang lebih rendah ditunjukkan bagi pemilik mobil, sebanyak 46 orang mengatakan mengetahui adanya mobil listrik yang dijual di Indonesia. Dari 46 orang itu, 96 persennya mengatakan tidak bersedia membeli mobil listrik dalam kurun waktu yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil survei sebanyak 68 persen dari 63 pengguna sepeda motor mempermasalahkan kemampuan jelajah sepeda motor listrik. Sedangkan 78 persen dari 46 pengguna mobil juga mempermasalahkan hal yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor kedua adalah keberadaan infrastruktur SPLU yang masih minim. Tercatat pada Desember 2017, terdapat lebih dari 1.300 SPLU di seluruh Indonesia yang tersebar di 24 kota. Sekitar 71 persen dari SPLU tersebut berada di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil survei sebanyak 81 persen dari 63 pengguna sepeda motor mempermasalahkan infrastruktur SPLU. Sedangkan 78 persen dari 46 pengguna mobil juga mempermasalahkan hal tersebut.
"Selain itu masih banyak perusahaan perbankan yang masih belum mau kasih kredit. Untuk motor listrik leasing. Oleh karena itu saat mereka shifting ke kendaraan listrik, sangat terbatas sekali pilihan mereka untuk menggunakan perusahaan finance yang buka leasing," ujar Associate Partner Solidiance Gervasius Samosir. (mik)