Seperti PCX konvensional, tipe hybrid ini juga menggendong mesin kapasitas 149,3 cc. Bedanya PCX hybrid menyimpan baterai yang terdiri dari beragam tipe, seperti di antaranya MF tipe 12 volt 3 Ah dan lithium-ion tipe 50.4 v-4 Ah yang menyuplai tenaga ke motor assist.
Fungsi dari motor assist itu sendiri mampu meningkatkan torsi sehingga meningkatkan akselerasi kendaraan. Dengan performa yang lebih responsif, teknologi hybrid PCX diklaim mampu menghemat lebih dari 2,2 persen dalam penggunaan bahan bakar berdasarkan pengetesan Euro 3 dengan menggunakan metode ECE R40.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:AHM Bicara soal Peredam Honda PCX Bengkok |
Selanjutnya mode 'S' (sport mode) untuk pengendara yang ingin merasakan akselerasi lebih responsif dibanding mode D. Lalu mode 'idling', pengendara dapat menghentikan fungsi dari fitur Idling Stop System (performa tenaga sama seperti mode D).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kolaborasi motor dan mesin konvensional, tenaga yang disemburkan mencapai 14,4 tenaga kuda pada 8.500 rpm dan torsi maksimal 13,2 nm pada 6.500 rpm.
Skutik ini dilengkapi fitur baru full digital panel meter untuk menampilkan beragam informasi tambahan seputar mode berkendara, level pengisian baterai dan indikator baterai.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya menyebut jika produk barunya ini sudah mendapat respon baik dari para konsumen Honda. Bahkan, pesanan untuk PCX hybrid sudah diperoleh sampai kini sebanyak 100 unit. (mik/mik)