Salah satu produsen yaitu Astra Honda Motor (AHM) memiliki langkah menyiasati masalah limbah baterai. Honda yang menjual PCX Hybrid mengaku telah bekerjasama dengan perusahaan asal Swedia untuk mengolah limbah baterai.
"Kami sudah menyiapkan semuanya, baik. Kami sudah mengulik satu badan pengelolaan limbah namanya 'Tes AMM'.Dia dalah pengelolaan limbah di Swedia dan punya cabang di Indonesia," kata General Manager Technical Service Division AHM Wedijanto Widarso di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk usia pakai dari baterai, maksimal akan bertahan hingga kurang lebih empat tahun. Dan setelahnya pemilik PCX hybrid disarankan untuk mengganti baterai dengan yang baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu bagaimana itu," kata Harjanto di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Selasa (10/7).
Menurut Harjanto, pengolahan limbah baterai menjadi 'pekerjaan rumah' bagi pemerintah. Perlu diingat, dijelaskan Harjato, tak hanya Indonesia yang masih kebingungan untuk pengolahan limbah baterai. Dikatakan Harjanto, beberapa negara seperti China dan Jepang juga belum menemukan solusinya.
"Makanya tadi saya sampaikan yang mengelola baterai lithium itu setahu saya baru Belgia. Jadi kaya dari Jepang tuh diekspor ke Belgia untuk recycle limbahnya," ucap dia. Ia pun belum dapat memastikan apakah cara tersebut juga akan diterapkan Pemerintah Indonesia.
"Saya tidak tahu (apakah akan diolah di Belgia atau tidak). Makanya kami akan lihat ini ke depan bagaimana. Waktu itu saya sudah bicara dengan Nissan, Mercedes-Benz tapi mereka belum dapat gambaran untuk mengelola limbah baterai," tegas Harjanto. (age)