Sebab beberapa perusahaan besar seperti Audi, Airbus, Uber, dan Google telah mengembangkan konsep taksi terbang. Bahkan kompetisi ini diramaikan oleh perusahaan pembuat mesin jet asal Inggris, Roll-Royce.
Patut dicatat, perusahaan Roll-Royce di sini bukan manufaktur mobil mewah tapi manufaktur mesin. Seperti kita ketahui Roll-Royce memproduksi sejumlah jenis mesin pesawat, dan maskapai penerbangan Garuda Indonesia salah satu konsumennya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendaraan futuristik ini berpotensi memiliki kecepatan maksimal 402 kilometer per jam dengan kemampuan jelajah sekitar 805 kilometer. Roll-Royce meyakini kendaraan ini akan siap digunakan secepatnya pada awal 2020. Lebih lanjut kesiapan model ini tentu tergantung pada mitra yang bisa mendukung model ini.
Angka sesuai dengan yang dijanjikan dengan kompetitor lain yang mengembangkan taksi terbang. Kepala Roll-Royce divisi kelistrikan Rob Watson mengatakan Roll-Royce percaya akan menjadi pemimpin alat transportasi terbang di masa depan.
Model desain mobil terbang ala Roll-Royce tampil dalam bentuk digital pada Farnborough Air Show mulai 16-22 Juli 2018 berlangsung di Inggris. Perusahaan ini sedang mencari mitra untuk menyediakan sistem kelistrikannya. (mik)