Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika kembali mengingatkan, terhitung sejak bulan itu manufaktur di Indonesia harus segera menutup kegiatan produksi mobil standar emisi Euro 2.
"Jadi gini ada dua jalur produksi, (Euro 2 domestik dan Euro 4 untuk ekspor). Dan nanti jalur Euro 4 dan yang Euro 2 ditutup," kata Putu di Kawasan Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Produsen Truk Mengaku Siap dengan Euro 4 |
Gaikindo Jamin Anggotanya Siap Hijrah ke Euro 4
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sudah siap semua. Jadi sesuai dengan peraturan KLHK dan pembicaraan bersama Kemenperin maka otomotif harus menyiapkan kendaraan Euro 4. Jadi Oktober semua kendaraan yang keluar dari pabrik sudah memiliki standar gas buang Euro 4," jelas Nangoi.
Direktur Penjualan dan Marketing Divisi Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Irwan Kuncoro mengatakan bahwa MMKSI telah menambah investasi untuk mengikuti regulasi tersebut. Dengan demikian mulai Oktober 2018, line up kendaraan mesin bensin Mitsubishi bakal berstandar Euro 4.
"Euro 4 emang harus, dan itu tidak hanya Xpander tapi semua produk kami harus menyesuaikan dengan aturan," tegas Irwan.
Di satu sisi, Kepala Pemasaran dan Marketing Grup MMKSI Imam Choeru Cahya belum dapat memastikan apakah harga jual mobil Mitsubishi akan mengalami kenaikan harga setelah menerapkan mesin dengan standar emisi Euro 4.
"Lihat nanti, biasanya banyak faktor untuk kenaikan harga. Jadi bukan hanya Euro 4 atau apa. Tapi juga peningkatan fitur-fitur atau hal lain," tutup Imam. (mik)