Salah satunya Ivan (nama samaran), pemilik jasa pembuatan pelat di Kawasan Kota Bekasi. Ia merasa pesanannya melonjak ketika diumumkan pelat nomor ganjil genap jelang Asian Games bulan depan.
"Ngerasanya sih emang banyak ya, dari yang jadi pesan sampai yang cuma nanya-nanya doang," kata Ivan saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Jumat (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap satu pasang pelat palsu, ia mematok dengan harga sebesar Rp130 ribu. Sementara pelat resmi mencapai Rp170 ribu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia lonjakan permintaan itu diperkirakan hanya bersifat sementara. Kata dia hal tersebut sama seperti saat pertama kali sistem ganjil genap diberlakukan di pusat Kota Jakarta beberapa tahun lalu.
"Sekarang sih emang lebih banyak, tapi nanti juga normal lagi. Kaya dulu saja pas pertama ganjil genap ada," ujar Andra.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat untuk memperluas sistem ganjil genap di Jakarta selama pesta olahraga Asian Games 2018 berlangsung.
Tak hanya penembahan ruas jalan, terdapat juga perpanjangan hari menjadi Senin sampai Minggu. Selain itu waktu pelaksaanaan diperpanjang mulai pukul 06:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB.
Kini Pemprov DKI masih melakukan uji coba sampai 31 Juli 2018. Dan setelahnya mulai 1 Agustus bagi pelanggar ganjil genap bakal dikenakan sanksi oleh kepolisian berupa tilang. (mik)