Sebagai pengingat, baterai adalah sumber utama kelistrikan mobil yang tidak pernah berhenti bekerja, walaupun mesin dalam kondisi tak menyala. Sebisa mungkin pemilik mobil disarankan tidak mengutak-atik aki atau baterai tanpa penanganan yang benar, sebab bila salah dampaknya berpotensi membahayakan.
Dalam proses kerjanya, aki mobil punya dua terminal atau kepala yang jadi penanda dua kutub, positif dan negatif. Tergantung desain mobil, namun kebanyakan kutub negatif yang menyambung melalui kabel langsung ke bodi (massa/ground) dan positif ke komponen kelistrikan seperti motor starter untuk menyalakan mesin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aki itu sebenarnya tidak ada potensi terbakar kalau semua dalam kondisi aman. Masalahnya yang menyebabkan percikan api itu kendornya sambungan postif atau negatif," jelas Rieky.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bunga api seperti kondisi yang dijelaskan Riecky mampu membuat mobil terbakar. Penjelasan logisnya, bunga api tersebut awalnya membakar isolator kabel dan kemudian api merambat ke bahan mudah terbakar lainnya yang ada di ruang mesin.
"Kalau dari pabrikan, kami sudah hitung ketahanan kabel, ampere dan ohm, untuk tambahan peralatan pada aki. Kadang ada produsen aftermarket (aksesori) yang tidak memperhitungkan itu, misalnya stabilizer lampu depan. Sepanjang pengalaman kami, jarang ada yang bermasalah dengan stabilizer itu tapi kendalanya ada pada pemasangan karena kan semua harus dihitung ulang koneksinya," papar Riecky.
Riecky menjelaskan, konsumen Suzuki yang sudah menggunakan perangkat tambahan melibatkan aki bakal menghanguskan garansi. Sebab itu, Riecky tidak merekomendasikan pemilik mengganggu kerja aki standar.
"Kalau kami dari Suzuki, apapun barang aksesori elektronik yang kami tawarkan sudah disetujui oleh pabrikan, ada keamanannya dan engineering. Aki sebaiknya tidak usah digganggu karena ada power begitu besar dalam satu boks," ucap Riecky. (mik)