Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto mengatakan bahwa mobil tersebut masuk ke segmen menengah ke bawah, di mana memang disiapkan merangsek segmen yang sangat diminati pasar.
"Kalau kalian tanya Avanza, sebetulnya kami sedang siapkan mobil yang belum terpikirkan atau belum pernah ada. Jadi waktu 2004 itu belum ada yang mikirin pasar Avanza, mikirinnya masih Kijang saja, tapi tiba-tiba Toyota main MPV low," kata Soerjopranoto di Kawasan Bintaro, Tangerang, kemarin.
[Gambas:Instagram]
Menurut pria karib disapa Soerjo itu, pengembangan calon 'bayi' Toyota tersebut terus berjalan, dan prosesnya telah mencapai lebih dari 50 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi intinya kami sedang remapping (pemetaan ulang) bagaimana pasar, seperti apa di Indonesia untuk produk baru kolaborasi sama Daihatsu," ujar dia yang enggan membeberkan kapan produk itu mulai dijual di Indonesia.
Lihat juga:Varian Baru Xpander Siap Melantai di GIIAS |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditunggu saja, sebentar lagi. Jadi keahlian kami bukan untuk membuat produk yang sama dengan kompetitor. Keahlian kami membuat produk sesuai sama segmen. Kalau Toyota terkenal dengan quality (kualitas) dan safety (aman), nah kami akan main di situ. Daihatsu itu harganya terjangkau tapi bahkan secara volumenya itu besar," tutup Soerjo.
(mik)