"Kami mempelajari permintaan yang tidak terlalu tinggi, jadi kami tidak lagi mengimpor mobil itu," ungkap Kepala Penjualan dan Pemasaran Grup MMKSI Imam Choeru Cahya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, ICE BSD, Tangerang.
Dalam data penjualan wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Delica memang tidak pernah mengembirakan. Selama Januari-Juni 2018 hanya 28 unit yang laku, sedangkan periode yang sama 2017, 108 unit.
Lihat juga:Semester I, Pajero Sport Tekuk Fortuner |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi untuk suku cadang semua masih tetap tersedia," ujar Imam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitsubishi Mirage. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti) |
Bukan hanya Delica, city car Mirage pun nampaknya akan berhenti dijual di Indonesia. Saat ini stok unit Mirage tinggal 200 unit di dealer dan belum ada kepastian impor lanjutan dari Thailand akan dilakukan.
"Untuk Mirage kami masih tetap jualan habiskan yang di dealer," ujar Imam.
Dimintai komentar soal Mirage, Kepala Perencanaan Bisnis MMKSI Hatta Harris belum dapat menarik kesimpulan apakah ke depannya bakal 'menyuntik mati' mobil tersebut.
"Kalau itu kami belum tahu akan stop atau tidak," ungkap Hatta.
MMKIS menduga pasar Mirage sudah banyak diambil mobil murah ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC). Data wholesales menunjukan Januari-Juni 2018 Mirage hanya laku 259 unit. Periode sama tahun sebelumnya, Mirage terjual 1.076 unit. (fea/mik)
Mitsubishi Mirage. (CNN Indonesia/Hafizd Mukti)