Toyota ingin mengurai potensi Avanza lebih jauh. Bahan pemikirannya, dijelaskan Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto yaitu pandangan kondisi infrastruktur di dalam negeri yang akan terus berkembang. Hal itu dianggap bakal mengubah gaya hidup berkendara sebagian masyarakat.
"Khususnya penambahan 1.000 km jalan tol yang khusus di area Jawa. Konsumen yang tadinya menggunakan kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain akan bergabung dengan rekreasi atau memanfaatkan mobil itu jadi tempat tinggal sementara. Makanya kami buat model camper ini," ucap Soerjopranoto, di ICE BSD, Tangerang.
Toyota Avanza bertema kemah di GIIAS 2018. (Dok. CNN Indonesia/Hesti Rika) |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soerjopranoto meyakini paket kelebihan Avanza yang berisi mesin irit bahan bakar, sistem gerak roda belakang, dan muat tujuh penumpang, bakal tetap dipercaya konsumen sebagai mobil pilihan ketika nanti gaya berkendara dan berkemah sudah menyatu.
"Karakter orang Indonesia itu adalah mau kendaraan yang tahan banting, multifungsi, bisa bawa orang serta barang lebih, performanya bagus. Jadi ini adalah kombinasi kendaraan otomotif di Indonesia," ucap Soerjopranoto. (fea)
Toyota Avanza bertema kemah di GIIAS 2018. (Dok. CNN Indonesia/Hesti Rika)