Terkait dengan rencana tersebut, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menjelaskan bahwa Brio baru yang diperkenalkan pada pameran otomotif GIIAS 2018 menggunakan seting mesin 1.200 cc yang masih mengacu pada aturan LCGC tahap pertama, yakni konsumsi bahan bakar 20 km per liter.
Sementara pada aturan LCEV yang beredar, produk yang dijual harus memenuhi batas emisi CO2 100 gram per km atau 23 km per liter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya kan karena LCGC, kalau mobil lain tentunya bisa kami tentukan sendiri harganya," ujar Jonfis.
Selain ubahan desain, Honda Brio baru juga telah dijejali sejumlah fitur baru. Penambahan fitur-fitur tersebut praktis mendongkrak harga jualnya. Mengenai berapa kisaran harga dan berapa nilai kenaikannya, Jonfis belum bisa memastikannya. "Harga pasti naik, kan mobil itu ada improvisasi ya," ucap Jonfis.
Lihat juga:LCGC Jilid 2, Produsen Dapat Tugas Baru |
Kendati belum ada harga resmi, Brio terbaru sudah dapat dipesan oleh konsumen dengan menyerahkan tanda jadi sebesar Rp5 juta. (mik)