Air laut yang mengandung garam efeknya sangat buruk bagi material metal.
Menurut Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor, mobil terendam air laut kondisinya lebih parah daripada kebanjiran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibanding air hujan, pasti lebih berisiko air laut. Karena air laut ada kandungan garam dan ionnya lebih aktif, ibaratnya lebih kuat memicu karat dibanding air biasa," jelas Anjar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (2/10).
Anjar menjelaskan biar terhindar dari mobil kondisi buruk karena air laut, konsumen yang sedang berburu mobil bekas dengan kondisi baik disarankan memperhatikan bagian kabin, terutama di bagian lantai yang tertutupi karpet dasar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kejadiannya sudah menahun, deteksi mobil bekas terendam air laut bisa dipantau lewat karat. Misalnya, karat yang ada material metal seperti pada jok atau lantai kabin.
"Pada dasarnya semua komponen metal secara usia akan mengalami karat. Namun bila normal paling bercak, misalnya di bagian sambungan las karena partikel besinya labil, tapi kalau terendam air laut karatnya akan merata," ungkap Anjar.
Anjar memaparkan, pada dasarnya mobil bekas kebanjiran atau terendam air laut dapat dibereskan tuntas dan bisa digunakan normal. Namun dia menggarisbawahi pemulihannya mesti dilakukan dengan benar.
Sebab itu dikatakan tidak ada salahnya membeli mobil seken bekas kebanjiran atau terendam air laut. Hanya saja, konsumen mesti sanggup menakar sejauh mana penanganan pernah dilakukan agar efek buruknya tidak dirasakan pada kemudian hari. (fea/mik)