Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto yang mewaspadai pergerakan harga BBM Premium akhirnya buka suara. Mewakili agen pemegang merek (AMP), ia menjelaskan bahwa pemerintah pasti punya perhitungan yang tepat untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi tersebut hari ini.
"Kalau enggak naik, istilahnya ya bagus. Kalau naik pun kan kami memahami karena keadaan, perekonomian dan segala macam, itu dari pemerintah kita pasti ada pertimbangan-pertimbangannya," kata Jongkie kepada CNNIndonesia.com, Rabu (10/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Premium naik, tapi mobil saya (produksi Indonesia) kan tidak pakai Premium. Memang tidak ada. Tetapi kalau bicara angkutan umum, mungkin tarif naik, tapi kan saya tidak bisa komentar soal itu," ucap Jongkie.
"Buat industri otomotif sebetulnya tidak berpengaruh (kenaikan Premium), karena kita sudah dari 2006 tidak pakai Premium karena sudah Euro 2, itu minimal Pertamax. Tapi karena (mobil) masih bisa pakai Premium, jadinya dipilih masyarakat," ucap Jongkie lagi.
"Coba lihat pemakaian Pertamax dari hari ke hari meningkat. Angka penjualan kami juga tidak turun walau BBM non subsidi naik-turun tahun ini. Saya amati sampai September (September 2018 dibanding September 2017) malah ada peningkatan penjualan, walaupun kecil tapi meningkat. Harapan kami sampai akhir tahun bisa 1,1 juta unit," tutup Jongkie. (fea/mik)