Namun, membangun pabrik di China jadi dilema tersendiri bagi Toyota dan tentu juga Lexus. Mereka khawatir terhadap kualitas dan keuntungan perusahaan, empat orang narasumber dari internal Toyota menjelaskan hal itu kepada Reuters.
Selama ini mobil-mobil Lexus buatan Jepang masuk ke China lewat jalur impor. Toyota dikatakan sudah menghabiskan waktu dua tahun untuk meneliti bagaimana cara agar Lexus bisa diproduksi lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pabrik Lexus sampai berdiri di China, bakal menjadi perubahan besar dalam bisnis Toyota. Hal itu juga didorong dengan hubungan Jepang dan China yang sedang meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
China memang bermaksud mengendurkan pembatasan kepemilikan asing di industri otomotif. Ini membuat produsen mobil asing tidak perlu membentuk perusahaan patungan agar bisa merakit mobil secara lokal.
Di China, Toyota sudah memproduksi Camry, Highlander, Corolla, Levin dan Crown bersama mitra lokal.
"Tetapi sedikit masuk akal membiarkan kesempatan ini berlalu," kata seseorang dari internal Toyota.
Lihat juga:Adu Mobil Mewah Khabib vs McGregor |
Pertimbangan Toyota bukan hanya soal kualitas dan margin keuntungan, namun juga soal kemudahan impor ke China.
Impor Lexus dipermudah karena China menurunkan tarif impor untuk mobil penumpang dari 25 persen menjadi 15 persen pada Juli lalu. Selain itu, pabrik Lexus di Jepang juga terbilang dekat, hanya dua hari sampai Shanghai melintasi laut.
"Kami selalu mempertimbangkan kebutuhan untuk melokalisasi sebagai bagian dari pertimbangan untuk masa depan merek Lexus di China. Tapi pada titik ini kami tidak memiliki rencana khusus untuk memproduksi mobil Lexus di China," kata seorang juru bicara Toyota. (ryh/fea)