Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM) melaporkan bahwa penjualan merosot 11,6 persen menjadi 2,39 juta unit bulan lalu. Hal itu menjadi penurunan ketiga berturut-turut pada tahun ini.
CAAM menjelaskan kendala di sektor otomotif China akan menjadi perhatian bagi para pemimpin negara di Beijing. Pasalnya, otomotif adalah penggerak utama ekonomi dan barometer penting di negara berjuluk tirai bambu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:DFSK Masih Malu-malu Bidik Avanza |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan industri otomotif China menjelaskan memang sedikit harapan untuk mendongkrak penjualan tahun ini. Analis memperkirakan pasar dapat berkontraksi tahun ini untuk pertama kalinya sejak setidaknya awal 1990-an.
Tren penurunan penjualan otomotif China ini turut menyeret sejumlah manufaktur non China, yaitu General Motors (GM) dan Toyota Motor Co, yang selama ini berharap pada penjualan kendaraan di China.
Sementara itu Ford Motor Co., yang telah berjuang mengatakan pada hari Jumat bahwa penjualan bulan September di China turun hingga 43 persen.
Meski terjadi perlambatan, namun penjualan untuk sembilan bulan pertama tahun ini di China mencapai 20,49 juta kendaraan, atau naik 1,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Kepala konsultan Otomotif Foresight, Yale Zhang mengatakan bahwa jika penjualan benar-benar menyusut tahun ini, itu akan menjadi 'momen yang menentukan' bagi industri otomotif China.
"Ini sangat mengkhawatirkan dan bahkan menyebabkan kepanikan di antara beberapa pembuat mobil dan pemasok," tutup Zhang. (mik)