Menurut Diaz, hal tersebut merupakan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Esemka dapat lahir sebagai mobil nasional dan masuk ke peta industri otomotif di dalam negeri.
"Pak Jokowi selalu menekankan dan beberapa kali menanyakan kepada saya untuk memastikan bahwa produk Esemka itu benar terwujud," kata Diaz saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Ma'ruf Dukung Esemka Jadi Mobil Nasional |
"Karena apa itu kebanggaan beliau sejak masih jadi walikota ya," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012 - 2014) dan berhasil menjadi Presiden pada Oktober 2014, nama Esemka cenderung redup sampai sekarang. Kabar produksi massal Esemka timbul tenggelam hingga akhirnya menguap.
Diaz menyebut harus ada tim yang besar dan solid untuk menangani Esemka. Esemka sendiri kini dipegang oleh Adiperkasa Citra Esemka Her (ACEH) yang dipimpin ayah Diaz, yakni AM Hendropriyono.
"Hilang itu karena memang kami harus membuat tim yang pro untuk membangkitkan produk lokal itu. Makanya harus ada tim besar yang bisa produksi massal mobil itu. Nah itu makanya selama ini (Esemka) naik turun. Dari pabrik kecil, ya tidak mungkin kami bisa membuat produksi masal," ucap Diaz.
Diaz menolak bila Esemka disebut-sebut sebagai kendaraan politik Jokowi.
"Oh enggak, apa saja di tahun politik semua bisa dipelintir jadi jualan politik. Tapi ya seharusnya kalau memang bisa jadi produk lokal buatan bangsa kan itu yang harus dibanggakan," ucap Diaz. (fea)