Nikkei Asian Review memberitakan pada Minggu (15/10), pada awal tahun ini Suzuki telah mengambil langkah awal dengan menghentikan produksi mobil bermesin diesel di pabriknya di Hungaria. Dampaknya, sudah tidak ada penjualan mobil diesel Suzuki di Eropa.
Hingga pembukuan pada 31 Maret lalu, tercatat di bawah 10 persen dari total 281 ribu unit kendaraan yang dijual Suzuki di Eropa menggendong mesin diesel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penarikan oleh Suzuki dan Mitsubishi menjadikan Mazda sebagai satu-satunya produsen mobil Jepang yang masih fokus pada mesin diesel di Eropa. Berlawanan dengan Nissan dan Toyota sudah menunjukan gelagat lari dari segmen ini. Mazda terus bertaruh pada mesin diesel walau industri otomotif benua biru menunjukan tren penurunan.
Lihat juga:Indonesia Disarankan Loncat ke Euro 6 |
Riset dari IHS Markit menyebut jika pangsa pasar kendaraan diesel di Eropa mengalami penurunan dari yang sebelumnya menyentuh 50 persen pada 2011 lalu menjadi 44,4 persen pada 2017. Angka itu diperkirakan bakal menyusut hingga 32,5 persen di 2022 mendatang.
Sebagai upaya pemenuhan regulasi, negara Eropa seperti Inggris dan Prancis telah berjanji untuk melarang peredaran mobil bermesin bensin dan diesel pada 2040 nanti. Langkah awal juga sudah dilakukan Jerman pada Februari lalu yang mengizinkan wilayah-wilayah di negara tersebut untuk melarang beroperasinya kendaraan kendaraan tertentu demi kualitas udara yang lebih baik. (gfs/fea)