Manufaktur asal Jepang itu tak bisa menghindari penarikan karena kualitas komponen yang buruk. Sebab program penarikan kembali ini jamak terjadi pada industri otomotif.
Large Project Leader Honda Brio baru, Honda R&D Asia Pacific Company Ltd Tsutomu Harano mengatakan bahwa yang terpenting adalah cacat produksi sebuah komponen tidak sampai membuat rugi konsumen, contoh akibat kerusakan komponen sampai harus menelan korban. Karena itu pentingnya penarikan untuk menghindari jatuhnya korban.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun ini, Honda Prospect Motor (HPM) mengadakan kampanye keselamatan karena masalah sistem pengereman, airbag, spion dan power steering. Terbaru adalah penarikan Freed produksi 2014 sampai 2016 dan Jazz produksi 2014 akibat mengalami catat produksi komponen airbag inflator sisi penumpang depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Honda Tarik Freed dan Jazz di Indonesia |
HPM menyakini Honda Brio generasi kedua tidak menggunakan komponen inflator airbag yang sama pada Brio generasi pertama. Seperti diberitakan sebelumnya, Brio produksi tahun 2013-2014 ditarik dari tangan konsumen lantaran ada masalah pada komponen kantong udara yang disuplai Takata.
Selain itu penarikan Honda atas Brio diketahui diumumkan pada Januari 2018 lantaran komponen master silinder dan master power pada sistem pengereman. Brio yang ditarik saat itu adalah produksi tahun 2014-2017.
"Brio terbaru tidak akan ada recall. Tidak ada masalah. Untuk Brio generasi dua ini kami sudah ganti pemasok komponen tersebut," tutup Harano menyakini. (ryh/mik)