Nama Esemka pernah mencuat saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo pada 2005 - 2012. Saat itu SUV Esemka Rajawali berpelat nomor AD 1 A didaulat menjadi kendaraan dinas Jokowi.
Esemka lantas naik daun, namun kemudian melandai pasca Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2012 - 2014. Bahkan sampai Jokowi menjadi presiden pada 2014, Esemka tidak senyaring dulu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Jokowi: Apa Urusan Saya dengan Esemka? |
Dalam unggahannya di media sosial, Kamis (25/10), Jokowi menjelaskan Esemka dulu itu produk uji coba anak-anak SMK di Surakarta yang dibantu teknisi perusahaan-perusahaan besar. Perannya ketika menjadi walikota mendorong Esemka bisa berlanjut ke tahap berikutnya seperti uji emisi dan mendapatkan status layak jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah jadi ya diserahkan kepada industri. Seperti saat ini, Esemka sudah dikerjakan dan dikembangkan penuh oleh industri tanpa campur tangan pemerintah dalam proses produksinya. Tentu bukan Presiden yang buat pabrik sendiri dan bikin mobil Esemka sendiri," ujar Jokowi.
Delapan tipe mobil Esemka sudah lulus uji tipe, namun masih menggunakan standar emisi Euro 2. Pada 7 Oktober 2018 pemerintah memberlakukan Euro 4 dan belum ada satupun tipe mobil Esemka yang dinyatakan lulus uji tipe berdasarkan standar baru ini.
[Gambas:Instagram] (fea)