Melansir berita Autonews pada Kamis (25/10) lalu, studi American Automobile Association (AAA) menyimpulkan estimasi biaya perbaikan fitur canggih seperti automatic emergency braking, lane departure warning, dan blind spot monitoring, lebih besar dari fitur-fitur konvensional.
Studi dilakukan pada Nissan Rogue 2018, Toyota Camry 2018, dan Ford F-150 2018. Hitung-hitungan biaya perbaikan yang dipelajari berdasarkan daftar harga komponen OEM (Original Equipment Manufactured) dan upah jasa berdasarkan National Auto Body Research.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Salah Kaprah Penggunaan Lampu 'Hazard' |
Sementara itu untuk perbaikan seluruh mobil dengan sistem keselamatan canggih, misalnya saat terjadi tabrakan di bagian depan atau belakang, biayanya bisa mencapai US$5.300 (Rp76,1 juta). Jumlah ini dua kali lipat dari mobil tanpa fitur-fitur pembantu pengemudi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penting bagi pengemudi untuk memahami teknologi yang ada pada kendaraan mereka, bagaimana cara kerjanya, dan berapa banyak biaya yang diperlukan untuk perbaikan," jelas juru bicara AAA Michigan, Nancy Cain, dikutip dari Autoweek. (gfs/fea)