Desain Classic 500 Pegasus terinspirasi sepeda motor legendaris Royal Enfield Flying Flea 125 tahun produksi 1939-1941. Kala itu Flying Flea dibuat di fasilitas produksi bawah tanah milik Royal Enfield di Westwood, Inggris pada masa Perang Dunia Kedua.
Untuk konsumen di Indonesia, Classic 500 Pegasus dalam bentuk utuh (CBU) didatangkan Royal Enfield dari India.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edisi terbatas Classic 500 Pegasus cuma diproduksi sebanyak 1.000 unit. Khusus Indonesia, prinsipal hanya memberi jatah sebanyak 40 unit dan keran pemesanan mulai dibuka Kamis (15/11).
Royal Enfield Classic 500 Pegasus (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
"Kami yakin motor ini akan cepat habis. Belum kami kenalkan saja sudah lebih dari 40 orang telepon. Jadi saya yakin ini motor akan cepat terjual," ucap Ade.
Lihat juga:9 Motor Royal Enfield Paling Ikonik |
Royal Enfield Classic 500 Pegasus dibuat atas kerja sama Royal Enfield dengan British Army's Parachute Regiment atau Resimen Terjun Payung Tentara Inggris.
Awalnya, prinsipal Royal Enfield membuat agenda pertemuan dengan Kementerian Pertahanan setempat 18 bulan lalu. Maksud mereka ingin mendekati Pasukan Terjun Payung Inggris dan menyampaikan niat kolaborasi bersama.
Royal Enfield Classic 500 Pegasus tersedia 40 unit di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP) |
Lalu di bagian kotak baterai atau aki, ada stiker bertuliskan 'Made Like a Gun'. Ini merupakan peringatan akan sejarah mesin Flying Flea, dua tak 125 cc yang melegenda. Logo pada motor baru ini juga dibuat memakai logo asli seperti yang digunakan pada Flying Flea saat pecahnya Perang Dunia II. (ryh/mik)
Royal Enfield Classic 500 Pegasus (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Royal Enfield Classic 500 Pegasus tersedia 40 unit di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)