Mereka menjelaskan merasa seperti terancam suspend. Sistem otomatis suspend disebut merugikan mitra karena tidak berlaku dua arah.
Petrus Manurung, salah satu mitra pengemudi Grab berharap perusahaan jasa transportasi online yang menaunginya itu bisa melakukan pengecekan dua arah untuk melakukan pembekuan akun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suwanda, salah satu mitra Grab yang juga sedang beroperasi di Tangerang mengatakan adil atau tidaknya sistem suspend berlaku sesuai tindakan mitra. Meski begitu, dia tak memungkiri jika kadang suspend dilakukan sepihak tanpa alasan jelas.
"Karena memang dari setiap risiko yang kita dapat itu pasti ada penyebabnya. Penyebabnya hanya kita yang tahu," ucap Suwanda.
"Harus dipertimbangkan dulu lah. Jangan langsung di-suspend, kalau bisa kasih notifikasi dulu," ucap Ubaidillah.
Meski berada dalam ancaman suspend, Ubaidillah mengaku saat ini masih nyaman bekerja sama dengan Grab Indonesia. Walau begitu dia tidak menutup kemungkinan bakal pindah ke aplikator lain bila kena suspend salah sasaran.
"Kalau akunnya enggak bisa dibuka kembali ya kemungkinan begitu," kata Ubaidillah.
Lihat juga:Grab Bantah Telah Blokir Sepihak Akun Mitra |
"Penjelasan kami berikan dari sisi mereka (pengemudi), dan bila bukti-bukti mendukung bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran, suspend dapat dibuka kembali," ujar Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno dalam keterangan resmi, Rabu (14/11).
Tri menjelaskan suspend berlaku bila mitra melanggar aturan perusahaan.
"Suspend hanya akan dilakukan bila terjadi tindakan yang melanggar kode etik mitra pengemudi, misalnya mitra pengemudi menggunakan aplikasi GPS palsu, memiliki cancellation (batalkan pesanan) rate tinggi, atau mendapatkan keluhan serius dari penumpang," ucap Tri. (gfs/fea)