Ghosn merupakan kekuatan besar yang mendorong merger antara Renault dan Nissan. Sementara itu anggota direksi Nissan menunjukan perlawanan.
Renault dan Nissan berbagi kepemilikan dalam struktur terencana sejak 1999. Ghosn yang saat ini menjabat sebagai Representative Director dan Chairman Nissan pernah mengatakan hubungan Renault dan Nissan tidak bisa dipatahkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Renault berhak menentukan pejabat eksekutif senior di Nissan. Sedangkan Nissan sama sekali tidak memiliki kontrol bisnis Renault.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Direksi [Nissan] selalu dikatakan bakal melawan dengan kuat pada reorganisasi yang meneruskan status lapis kedua," kata narasumber yang dekat dengan direksi Nissan.
Dalam pernyataan resmi setelah Ghosn ditangkap, Nissan menjelaskan telah melakukan investigasi pada Ghosn terkait pelanggaran pada laporan pendapatan dan penyalahgunaan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Nissan sedang dalam usaha mencopot jabatan Ghosn. Sementara Renault sudah menghapus Ghosn dari jabatan chairman dan chief executive, posisi itu saat ini digantikan Philippe Lagayette.
Lihat juga:Renault Tunjuk Lagayette Gantikan Ghosn |
Saikawa menyebut periode 19 tahun kepemimpinan Ghosn merupakan rezim dan dia menyoroti efek negatifnya. Pernyataan Saikawa bikin terkejut beberapa pihak pasalnya dia dianggap sebagai letnan Ghosn paling loyal.
Renault menolak berkomentar soal rencana merger dan Nissan tidak bisa dihubungi pada saat ini. (fea/mik)