Namun Ghosn kini menghadapi masalah besar. Ia ditangkap otoritas Jepang pada Senin (19/11) malam, diduga memalsukan laporan pendapatan penyalahgunaan aset perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Kilas balik Ghosn sebagai pemimpin perusahaan patut diacungi dua jempol, sebab Ia sanggup menggabungkan tiga perusahaan berbeda kultur guna 'memerangi' produsen mobil global Volkswagen grup, Toyota dan GM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Francois yang melihat gairah Ghosn di industri pemasok otomotif semakin tinggi, kemudian mempercayakan Ghosn memimpin perusahaan yang diakuisisi oleh Michelin, perusahaan ban lokal Uniroyal Goodrich pada 1990.
Ghosn kembali berhasil menemukan masalah-masalah inti perusahaan ban. Dengan kecerdasannya, Ghosn sukses mengelola dua perusahaan dan meningkatkan efisiensi kerja. Cara kerja Ghosn ini membuat dirinya dijuluki "The Cost Cutter" atau si pemangkas biaya produksi.
Lihat juga:Carlos Ghosn Ditangkap di Bandara Haneda |
Tiga tahun kemudian Renault berkeinginan menggandeng manufaktur otomotif lain. Pilihan pun jatuh pada Nissan Motor Co. Ghosn pun ditunjuk sebagai Chief Operating Officer Nissan pada 1999 dan mengambil alih sebagai CEO pada 2002.
Afiliasi Renault-Nissan untuk menghasilkan produk-produk 'terjangkau'. Ghosn pun menggiring kedua perusahaan untuk menghasilkan produk rebadge yang berbagi platform. Nissan pun optimis bisa mendongkrak citranya setelah kolaborasi dengan Renault.
Hal ini tak berlebihan rasanya jika Ghosn dianggap 'superman' di industri otomotif global. Ghosn mampu membuat semi merger dua perusahaan otomotif Jepang dan Prancis.
Seakan haus kekuasaan, Ghosn ingin menggabungkan tiga perusahaan otomotif yang belakang disebut 'mega merger'. Pilihan pun jatuh pada Mitsubishi.
Lihat juga:Renault Tunjuk Lagayette Gantikan Ghosn |
Menurut Ghosn, ia berhasil menyelamatkan Mitsubishi dari keterpurukan.
"Saya akan mendedikasikan sedikit waktu saya untuk mengarahkan Mitsubishi kembali ke perkembangan normal dan mendukung tim mereka," kata Ghosn kepada Business Insider.
Pada Oktober 2016, Nissan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi Motors. Produk yang bisa diandalkan dari afiliasi di masa mendatang adalah mobil keluarga berdaya tampung tujuh penumpang.
"Ketika kesempatan datang, karena beberapa keadaan yang tidak menguntungkan mengenai Mitsubishi Motors, untuk melibatkan mereka di dalam aliansi, kami yakin itu bisa menguntungkan. Ini bukan sesuatu yang muncul tiba-tiba," ucap Ghosn.
"Ini adalah perusahaan tempat kami bekerja. Jadi sangat cepat kami berkata ya, mengetahui bahwa kami akan mengembangkan banyak model dengan mereka."
Di bawah kendali Ghosn, Renault-Mitsubishi-Nissan mampu memproduksi sekitar 10,6 juta mobil secara global. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi) |
Lebih dari itu, penangkapan Ghosn disebut akibat kongsi dari pihak Nissan yang geram dengan rencana Ghosn untuk mengubah strategi bisnis Renault-Nissan di dunia.
Ini belum termasuk kecemburuan melihat Ghosn menerima miliran rupiah dalam satu tahun dari tiga perusahaan berbeda. Telegraphindia.com menyiarkan pria berusia 64 tahun itu membawa pulang cek pembayaran yang besar dan terpisah dari masing-masing perusahaan.
Pada Juni 2018, Ghosn menerima tunjangan US$8,5 juta (Rp123 miliar) dari Renault untuk kalender 2017. Kemudian ia menerima US$9,7 juta (Rp141 miliar) dari Nissan untuk financial year berakhir pada Maret 2017. Ghosn juga menerima US$2 juta (Rp29 miliar) berdasarkan laporan terakhir Mitsubishi.
CEO Nissan Hiroto Saikawa yang telah menjadi anak didik Ghosn tidak bisa menyembunyikan kemarahannya dalam konferensi pers pada Senin (19/11). Namun di balik kemarahannya, Ia mengakui sosok penting Ghosn bagi perusahaan. Menurutnya Ghosn telah mencapai apa yang tidak banyak orang lain bisa lakukan.
"Kami sangat menyesal dan menyesali pengkhianatan dari orang kepercayaan," katanya.
Dalam enam bulan pertama 2018, gabungan tiga perusahaan itu telah memproduksi 5,5 juta kendaraan, menempatkannya dalam posisi untuk menjadi manufaktur otomotif teratas di dunia.
Terlepas dari kasusnya, karier Ghosn sangat luar biasa. Ia mencapai titik kesuksesan dengan taktik 'cerdik' yang tak banyak bisa dilakukan oleh pemimpin perusahaan otomotif lain.
Ghosn adalah orang Brasil keturunan Lebanon dengan kewarganegaraan Prancis yang sukses memainkan peran sebagai 'The Godfather' di industri otomotif dunia selama lebih dari dua dekade. (mik)
Di bawah kendali Ghosn, Renault-Mitsubishi-Nissan mampu memproduksi sekitar 10,6 juta mobil secara global. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)