Purwarupa itu bernama "Pop.Up Next", terdiri dari quadcopter yang membawa kendaraan listrik kecil pengangkut kapsul muat dua penumpang ke udara untuk transportasi. Begitu mendarat, kendaraan akan lepas dari quadcopter dan mengantar penumpang sampai ke tujuan.
Catatannya, purwarupa itu berwujud miniatur skala 1:4 jadi sebenarnya belum bisa mewakili kondisi sebenarnya di dunia nyata. Meski begitu, sistem otonom betulan bekerja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam keterangan resmi Audi menjelaskan prototipe miniatur Pop.Up Next sukses meletakkan kapsul penumpang di atas kendaraan. Kemudian kendaraan berjalan secara otonom di jalur tes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota dewan direksi Audi untuk penanganan sumber dan teknologi informasi, Dr. Bernd Martens, yakin Pop.Up Next akan menemui kesuksesan pada masa depan. Keyakinan itu muncul dari makin banyaknya pemain di bidang otomotif yang coba mengembangkan taksi terbang.
Lihat juga:Pemerintah Jepang Serius Garap Mobil Terbang |
Untuk melihat respon masyarakat terhadap layanan taksi terbang otonom ini, Audi dan anak perusahaan Airbus, Voom, bekerja sama melakukan tes di Amerika Selatan. Calon penumpang yang memesan layanan helikopter di Mexico City atau Sao Paulo akan ditunggu oleh taksi terbang Audi yang siap mengantar dari titik penjemputan atau sudah berada di destinasi.
"Layanan semacam ini membantu kami untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih baik. Karena di masa depan, taksi terbang akan menjadi alternatif menarik bagi penduduk di kawasan perkotaan. Lewat Pop.Up Next, secara bersamaan kami bisa menjelajahi batasan dari suatu hal yang mustahil secara teknis. Langkah selanjutnya adalah untuk menerbangkan dan menjalankan purwarupa berukuran full-size," pungkas Martens. (fea)