Mobilio telah dipercaya menjadi armada yang diandalkan Garuda Indonesia untuk melayani seluruh awak kabinnya sejak 2016. Sebelum Mobilio, maskapai penerbangan milik pemerintah (BUMN) itu juga sempat mengandalkan Avanza menjadi kendaraan antar-jemput awak kabinnya.
"Total dari beberapa kali yang kami sewa atau beli dari Toyota dan Honda. Dan kali ini Xpander," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Xpander 'Kencani' Pramugari Garuda Indonesia |
"Kami punya standar keselamatan dan safety and security yang tinggi. Makanya, kami dalam milih kendaraan utamakan keselamatannya," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kami ingin memberikan kenyamanan kepada semua kabin crew. Mereka harus fresh saat masuk ke kabin kami. Makanya kami jadi butuh mobil yang fresh juga," kata Ari.
Lihat juga:Diskon MPV Jelang Peluncuran Avanza Baru |
Garuda Indonesia telah memesan 401 unit Xpander varian GLS tipe manual lima percepatan untuk kendaraan awak kabinnya di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kerja sama dengan Garuda Indonesia ini menjadi bisnis fleet terbesar dari small MPV Mitsubishi.
Sedangkan hitung-hitungan mobil operasional Garuda Indonesia secara keseluruhan berjumlah 800-an unit, belum termasuk dengan kendaraan yang tergabung dalam grup Garuda Indonesia (Citylink dan Srwijaya) yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 unit.
Ari menambahkan tidak menutup kemungkinan seluruh armada awak kabin Garuda Indonesia akan menggunakan MPV 'murah' Xpander. Kata dia itu tergantung dengan kesiapan Mitsubishi dalam penyediaan mobil.
"Dan ini kesempatan besar buat Xpander," tegas Ari dengan nada menantang Mitsubishi.
"Nggak tahu ya. Setahu saya memang mereka (Garuda Indonesia) mencoba berbagai merek rasanya. Jadi mungkin ada perbandingannya," ucap Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy ketika dihubungi CNNIndonesia.com. (ryh/mik)