Masyarakat Bandung dan sekitarnya datang karena penasaran dengan kampanye yang bertujuan menunjukkan keunggulan Xpander sebagai low MPV pesaing Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio.
"Xpander Tons of Real Happiness (TORH) mengunjungi kota Bandung sebagai kota kedelapan dari rangkaian roadshow ke-9 kota di Indonesia. Event ini telah dikunjungi hampir 80.000 pengunjung di tujuh kota sebelumnya dan kami masih akan membagi kebahagiaan ini di kota terakhir dari rangkaian roadshow, yaitu Kota Tangerang," kata Presiden Direktur PT MMKSI Naoya Nakamura, dalam siaran resmi, Kamis (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Xpander 'Kencani' Pramugari Garuda Indonesia |
Termasuk juga spot-spot menarik untuk berfoto bersama dan berkesempatan ikut serta kompetisi media sosial berhadiah yang bernama "Post the Spot". Keluarga Sasono sebagai "Agent of Happiness" yang terdiri dari Dwi Sasono, Widi Mulia, Dru, dan Widuri, turut hadir dan akan menampilkan performance untuk berbagi kebahagiaan kepada masyarakat Bandung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan kemudahan untuk pemilik MPV 'murah' Xpander dengan hanya menunjukkan STNK atau copy SPK Xpander untuk ditukarkan dengan tiket masuk ke arena fantasi.
Sejak pertama diperkenalkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017, hingga saat ini Xpander sudah dipesan hingga 100.000 unit. Sementara itu yang baru bisa dikirim sekitar 90 ribu unit. Klaim MMKSI, untuk periode penjualan mulai Januari-November dengan torehan angka 80 ribu unit.
Kepala Penjualan dan Pemasaran Region I MMKSI Budi D Daulay, meliputi Jabodetabek dan Jawa Barat menjelaskan bahwa sejak awal diluncurkan hingga November 2018, penjualan Xpander di Jawa Barat sekitar 7 ribu unit. Secara keseluruhan kontribusi diraih tipe Ultimate.
"Total penjualan Xpander di Jabotabek mungkin hampir 35 ribuan. Kota Bandung, pangsa pasarnya (Xpander) 31 persen, jadi hampir sedikit lebih tinggi daripada pangsa pasar penjualan otomotif nasional. Nasional market share (penjualan MPV) 30 persen. Itu kita compare dari Januari sampai bulan November," ucap Budi. (fea)