Di negara-negara maju klakson hanya dibunyikan saat memperingati pengendara yang kurang tertib, atau jika ada pengendara lain yang diprediksi akan atau dapat menyebabkan kecelakaan.
Namun di negara berkembang seperti Indonesia, fungsi klakson bertambah lantaran digunakan untuk memberitahu jika ada kendaraan yang akan datang, mengingatkan potensi bahaya, memberi kode saat ingin mendahului, hingga meluapkan emosi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Klakson adalah terompet elektromekanik. Komponen ini untuk pertama kalinya ditemukan Miller Reese Hutchison, kerabat Thomas Edison, pada 1908. Namun saat itu klakson belum berkonsep elektrik sepenuhnya dan pertama dipasang di kendaraan milik Ford, yaitu Model T.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring berjalannya waktu perangkat ini mulai berevolusi. Bahkan pada 1930, klakson model sebelumnya sudah mulai memudar dan berganti dengan klakson elektrik yang dianggap lebih sederhana.
"Pada dasarnya, fungsi klakson masih sama seperti awal," kata Matthias Fischer, manajer produk klakson mobil divisi aftermarket Bosch Automotive.
Lihat juga:Alasan di Balik Kemudi Mobil yang Melingkar |
Klakson pun sekarang sudah banyak berkembang dan masuk ke dalam aturan yang harus dipatuhi pembuat kendaraan. Pihak berwenang juga punya aturan yang ditujukan kepada produsen kendaraan bermotor untuk membedakan klakson antara bunyi dengan ukuran kendaraan.
Peraturan ini berfungsi untuk mengidentifikasi jenis kendaraan yang datang. Sebagai contoh bunyi klakson bus atau truk pasti beda dengan mobil ukuran kecil. Suara klakson pada bus atau truk biasanya terdengar jauh lebih kencang. Ini berguna agar pengendara atau pengguna jalan lainnya lebih waspada. (ryh/fea)