AMMDes merupakan produk yang dihasilkan oleh Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI). Bila merunut ke belakang, KMWI adalah perusahaan patungan antara dua perusahaan yaitu PT Kiat Inovasi Indonesia milik pencetus Esemka, Sukiat, dan Velasto Indonesia yang merupakan anak perusahaan PT Astra Otoparts (bagian dari Astra Internasional).
Kiat Inovasi sudah pernah melahirkan prototipe kendaraan perdesaan bernama Mahesa Nusantara. Sementara itu Velasto sudah lebih dulu menghasilkan kendaraan perkebunan merek Wintor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prototipe pertama AMMDes sudah diperkenalkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show pada Agustus. Saat itu peluncuran diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AMMDes merupakan kendaraan sejenis pikap kecil dengan banyak pilihan aplikasi bak. Setiap AMMDes dilengkapi dengan Power Take Off (PTO) yang merupakan alat pengubah tenaga dari mesin untuk peralatan lain sesuai kebutuhan.
Berkat PTO, Pak Tani bisa memilih macam-macam aplikasi bak AMMDes, misalnya, bak terbuka dengan genset, bak terbuka dengan selep padi, bak terbuka dengan pompa air, atau bak terbuka dengan pemutih beras.
Berdasarkan data spesifikasi teknis, prototipe AMMDes memiliki panjang bodi 3,58 meter, lebar 1,37 meter, dan tinggi 1,9 meter, serta jarak sumbu roda 190 sentimeter. Tenaga AMMDes berasal dari mesin diesel 600 cc yang menghasilkan 14 tenaga kuda.
AMMDes punya sistem gerak roda belakang dengan differential lock system, radius putar 4 meter, dan dibekali ban khusus buat medan sulit, Mud Terrain (MT) berukuran 13 inci. Dari data itu bisa disimpulkan, AMMDes bukan diperuntukkan untuk habitat jalan aspal melainkan buat mengatasi situasi jalan khas perdesaan yang belum begitu terjamah pembangunan infrastruktur.
Produksi massal AMMDes disebut bakal dilakukan pada awal 2019 dengan menggandeng lebih dari 70 industri komponen lokal. Target penjualan AMMDes hanya untuk kebutuhan perdesaan ataupun perkebunan, dengan begitu karya anak bangsa ini menjauh dari kerasnya persaingan penjualan mobil penumpang dan komersial yang dikuasai merek Jepang.
Kendaraan perdesaan. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen) |
Kendaraan perdesaan. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)