Head of 4W Brand Development and Marketing Research Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel mengatakan bahwa untuk mendatangkan Jimny ke dalam negeri, pihaknya butuh melalui banyak proses terutama di internal Suzuki.
Meski mengakui, Harold enggan menjabarkan lebih jauh terkait hal itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sana terpampang NJOP Suzuki model Jeep dengan tipe JB 424 W 4X2 AT Rp274 juta, B 424 W 4X2 MT Rp266 juta, dan SN413V (4X4) AT Rp218 juta. Ketiga tipe itu disangka merujuk ke generasi baru Jimny.
Harold enggan berkomentar atas informasi tersebut. Katanya jika sudah tiba waktunya, pihak Suzuki bakal mengumumkan secara resmi waktu peluncuran Jimny.
"Ini pasti gara-gara NJOP ya. Doakan saja supaya bisa cepat-cepat mengaspal di Indonesia ya," ujar Harold.
Harold bilang loyalis Suzuki tidak akan ambil pusing dengan status impor Jimny yang akan berdampak mengerek naik harga jual. Anggapan itu didasari performa penjualan terbatas generasi Jimny yang sudah dilakukan pada 2017.
Saat itu Jimny hanya tersedia 88 unit, semua unit ludes sejak pertama kali mulai dijual. Saat itu Jimny dibandrol Rp285 juta.
Lihat juga:Mampir ke GIIAS 2018, AHY Jajal Jimny |
Harga generasi baru Jimny di Jepang mulai Rp190 juta sampai Rp250 jutaan, sedangkan Sierra dilego Rp229 juta hingga Rp268 juta.
"(Harga) Menarik atau tidak, tergantung dari segmen target yang mau disasar ya. kalau berkaca dari yang limited edition 2017 lalu, bagi pembeli hobi, harga tersebut memang masih acceptable ya," kata Harold. (ryh/fea)