FCA diduga akan membayar denda US$311 juta kepada Departemen Kehakiman, kemudian US$75 juta untuk negara bagian yang menyelidiki masalah emisi berlebih dan dana tambahan untuk mengganti kerugian terkait emisi berlebih, serta US$280 juta untuk menyelesaikan gugatan yang dilakukan oleh para pemilik kendaraan, kata sumber diberitakan Antara.
Perusahaan membantah melakukan kesalahan dan sebelumnya mengatakan tidak pernah ada upaya membuat perangkat lunak untuk mengelabui hasil uji emisi. Pada Oktober 2018, perusahaan menyisihkan 713 juta euro (US$815 juta) untuk menutup biaya potensial yang terkait dengan kasus ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen Kehakiman menggugat Fiat Chrysler pada Mei 2017, menuduh perusahaan tersebut menggunakan perangkat lunak ilegal yang menyebabkan emisi berlebih pada 104.000 kendaraan diesel di AS untuk produksi 2014 hingga 2016.
FCA memenangkan persetujuan dari regulator AS pada Juli 2017 untuk menjual kendaraan diesel dengan perangkat lunak yang diperbarui. Perusahaan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka akan menggunakan perangkat lunak itu untuk mengatasi masalah agensi pada periode kendaraan 2014 hingga 2016.
Departemen Kehakiman pada 2017 mengatakan Fiat Chrysler menggunakan kontrol emisi tambahan pada kendaraan diesel yang mengarah "secara substansial" lebih tinggi dari tingkat nitrogen oksida, atau polusi NOx, yang terkait dengan pembentukan kabut asap dan masalah pernapasan.
Regulator Amerika Serikat dan California meningkatkan pengawasan kendaraan diesel setelah Volkswagen AG mengakui pada 2015 telah menginstal perangkat lunak ilegal pada kendaraan di AS selama bertahun-tahun untuk menghindari standar emisi. (mik)