"Saat ini, AMMDes siap diproduksi sebanyak 3.000 unit, dan kami akan tingkatkan menjadi 9.000-15.000 unit per tahun. Produksi secara massal akan dimulai pada 2019," kata Airlangga melalui siaran resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PTO merupakan sumber tenaga yang bisa diaplikasikan ke perlengkapan lain, misalnya alat pemecah gabah, pemutih padi, pompa irigasi, dan generator.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Presiden Jokowi Mendadak 'Otomotif' |
"Jadi, aksesorisnya tergantung kebutuhan mereka. Misalnya, mau pakai pompa, berarti tambah Rp3 juta atau menggunakan rice milling tambah Rp7 juta," ucap Airlangga.
AMMDes merupakan produk yang dihasilkan PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI). KMWI merupakan perusahaan patungan antara PT Kiat Inovasi Indonesia dan PT Velasto Indonesia (anak usaha PT Astra Otoparts Tbk).
AMMDes ini akan diproduksi dari pabrik di Citeureup dan Klaten," kata Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen.
Lihat juga:Kemenperin: AMMDes Bukan Mobnas |
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyalurkan lima unit AMMDes dengan fungsi pengolah air jernih ke tiga wilayah yang kena dampak gempa di Sulawesi Selatan, yaitu 1 unit di Palu, 2 unit di Sigi, dan 2 unit di Donggala.
AMMDes diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa di Sigi dan Donggala, sedangkan di Palu, unit yang diperoleh dari hasil donasi pegawai di lingkungan Kemenperin ini, bakal dikelola Kelompok Usaha Masyarakat yang direkomendasikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Palu.
"Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, semoga dapat bermanfaat dan membantu bagi masyarakat terdampak," kata Airlangga. (fea/mik)