Dua tahun lalu Wuling Indonesia sudah menanamkan investasi sebesar US$700 juta (Rp9,6 triliun) yang sebagian digunakan buat mendirikan fasilitas produksi di Cikarang, Jawa Barat. Hingga saat ini, pabrik yang resmi beroperasi pada Juli 2017 itu sudah memproduksi Confero S, Cortez, Formo, dan Almaz.
Sebagian investasi juga digunakan buat membangun jaringan dealer yang jumlahnya sekarang 91 per Januari 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aspek yang dimaksud ada empat, yakni pengembangan diler, pemasok, produk, dan ekspor. Lebih jauh soal diler dijelaskan ditargetkan jumlahnya bakal diperbanyak sampai 120 unit pada tahun ini dan soal ekspor bakal dilakukan tahun ini.
"Aspek-aspek inilah yang membuat headquarter terus memberi suntikan dana agar lebih banyak memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia," ujar Cindy.
Ada kemungkinan investasi baru itu juga meliputi kesiapan Wuling menghadapi program kendaraan listrik yang diprediksi banyak orang bakal diresmikan pada tahun ini.
Cindy menjelaskan pihaknya sudah memilik kesiapan dan sumber daya untuk program kendaraan listrik, meski begitu tindakan mereka menunggu regulasi dari pemerintah.
"Bila pemerintah sudah mengeluarkan regulasinya, kami siap bergabung," ucap Cindy.
Interior mobil listrik Wuling E 100 pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang (2/8). (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika) |
"Membuat mobil baru butuh waktu, kami bilang siap berarti kami punya kesiapan dari sisi teknologi, apabila pemerintah mengeluarkan regulasinya tetap butuh waktu untuk menjadikannya OEM. Ini berlaku bukan hanya buat Wuling tetapi juga semuanya di negara ini. Saya pikir pemerintah akan memikirkan hal itu," ucap Cindy. (fea/fea)
