Menurut Jongkie berdasarkan data Gaikindo, mobil Jepang pada 2017 menguasai 98 persen pasar mobil Tanah Air, sementara tahun lalu angkanya turun satu poin menjadi 97 persen.
"Masih (Jepang) tetap dominan. Tapi ya sudah mulai terkikis oleh China tadi yang masuk," kata Jongkie di Jakarta, Kamis (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Jongkie berpendapat bahwa Jepang tidak akan kehilangan pasarnya. Kata Jongkie Jepang tetap akan mendapat porsi seiring tumbuhnya penjualan mobil di Indonesia.
"Tapi bukan berarti Jepang itu kemakan pasarnya. Ya mungkin kemakan sedikit, tapi kan Jepang juga tumbuh," ungkap Jongkie.
Pangsa pasar Toyota sepanjang 2018 sebesar 30,6 persen, atau turun dari 2017 dengan pangsa pasar 34,5 persen.
Sebelumnya diberitakan, konsumen Indonesia akan menerima sejumlah mobil model baru pada tahun ini yang diprediksi bisa mendongkrak penjualan otomotif nasional. Salah satu model yang akan digemari konsumen adalah SUV.
Di awal 2019, produsen China, Wuling lebih dahulu memperkenalkan Almaz sebagai alternatif berkendara konsumen. Kehadiran perusahaan otomotif China tidak boleh dianggap remeh mengingat mobil baru yang ditawarkan diperkaya sejumlah fitur baru, namun dengan harga kompetitif.
(ryh/mik)