Impian itu diyakini bisa tercapai dalam jangka waktu dekat berkat "tendangan" penjualan Medium Duty Truck (MDT) terbaru, Fuso Fighter yang diluncurkan di Indonesia, kemarin.
Pada 2018 pasar komersial sejumlah 116.421 unit, sebesar 43,9 persen (51.132 unit) dari itu merupakan truk Mitsubishi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mitsubishi kurang berjaya pada segmen Medium Duty Truck (MDT) dan Heavy Duty Truck (HDT) karena cuma bisa merebut masing-masing 19,2 persen (5.811 unit) dari total 30.280 unit dan 0,8 persen (64 unit) dari total 8.195 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengembangan pasar MDT bersama Fighter merupakan bagian dari rencana menuju penguasaan pasar 50 persen segmen komersial di Indonesia. Selain MDT, KTB juga bakal mengangkat penguasaan pasar LDT lebih tinggi.
Kurita tidak bisa menjelaskan kapan lebih dari setengah porsi penjualan kendaraan komersial selama setahun di dalam negeri merupakan merek Mitsubishi. Namun dia mengatakan hal itu bakal kejadian "pada jangka waktu tertentu".
Buat mengejar perbaikan segmen HDT, Kurita mengungkap bakal mendorong varian Fighter dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 26 ton dan 36 ton tractor head ke sana. Dia mengungkap di Jepang ada varian Fighter sekelas HDT, jadi strategi itu dianggap hal biasa.
"Kami mau konsentrasi dengan MDT Fighter dan juga LDT Colt diesel. Prioritas kami membuat Fighter pemimpin pasar di MDT," tutup Kurita. (mik/mik)