Kepala Grup Penjualan dan Pemasaran Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Imam Choeru Cahya mengatakan pihaknya sudah menyampaikan ide tersebut kepada prinsipal.
"Kami sih menginformasikan ke prinsipal mengenai kondisi pasar yang ada. Dan dari MMC (Mitsubishi Motors Corporation) juga sering turun ke bawah untuk mendengar langsung permintaan seperti apa," kata Imam di BSD, Tangerang, Jumat (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rapor Penjualan 'Low' MPV Sepanjang 2018 |
Sementara itu sepanjang 2018, Xpander terjual 75.075 unit hanya dari satu pilihan mesin, 1.500 cc.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imam menuturkan dari ide yang sudah disampaikan tersebut, prinsipal hingga kini belum menentukan pilihan. Menurut dia hal tersebut tentu harus dipikirkan matang-matang, mengingat Xpander sudah jadi produk global.
"Respon (prinsipal) masih belum. Peluang ada, tapi tetap yang menentukan prinsipal. Yang jelas kami udah melaporkan, mungkin mereka punya pertimbangan lain, karena Xpander ini global produk," kata Imam.
Sembari menunggu keputusan mesin baru untuk Xpander, pihaknya kini fokus menggarap konsumen 'kasta atas' pada kelas Low Multi Purpose Vehicle (MPV) di Tanah Air.
"Kami masih konsentrasi bagaimana menggarap konsumen 1.5 ini. Walau kami ke fleet, ini segmennya bukan yang low grade, tapi ke medium MPV," ujarnya.
Lihat juga:Taktik Polesan Avanza-Xenia |
Kendati kalah keseluruhan dari Avanza, Imam mengatakan Mitsubishi bangga sebab Xpander merupakan mobil 1.500 cc terlaris di Indonesia.
"Kami (pangsa pasar Low MPV) 1.5 hampir 45 persen. Nah kalau dihitung Avanza dan Xenia, mereka itu dihitung punya mesin 1.3 dan 1.5. Nah kue paling banyak dari Toyota ini 1.3. Dan kami tidak punya itu," kata Imam.
Buat tahun ini, Imam mengungkap pihaknya bakal memberi kejutan melalui penyegaran Xpander. Meski begitu belum ada informasi detail yang dibeberkan. (ryh/fea)