Kaca film metal diyakini pihak merek kaca film 3M Indonesia menghalangi sinyal ponsel dan jaringan nirkabel lainnya seperti bluetooth.
Bila sedang menelepon di kabin mobil lantas terasa seperti sinyal jelek atau sistem navigasi mobil yang terintegrasi ponsel sering putus-putus dikatakan bisa jadi masalahnya pada kaca film metal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Razi mengatakan 3M Indonesia sudah mulai mengurangi menawarkan kaca film metal. Kini sebagian besar produk yang ditawarkan berbahan dasar non metal.
Razi mengakui 3M Indonesia masih menjual kaca film metal. Hal itu disebut karena masih ada sebagian kecil konsumen yang menginginkan tampilan khas kaca film jenis tersebut.
"3M punya kaca film metal tetapi tidak dikampanyekan lagi," kata Razi.
3M Indonesia merupakan salah satu pemain besar kaca film di Indonesia. Merek ini memulai 2019 dengan strategi pemasaran baru, yaitu membagi dua distribusi produk ritel dan aftermarket.
Distribusi kaca film 3M untuk wilayah Indonesia bagian barat (Sumatera, Jawa, Bali) dipegang rekanan distributor lama, yaitu Eurokars. Sedangkan rekanan baru, Makko Group, memegang kawasan Indonesia timur (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian).
Pengumuman Makko Group sebagai distributor baru 3M telah dilakukan di Jakarta, Jumat (26/1). CEO Makko Group Christoper Sebastian menjelaskan pihaknya memiliki sekitar 100-200 outlet penjualan yang sudah ada dan berpotensi dikembangkan lebih banyak.
Sebelum memasarkan 3M, Makko Group sudah lebih dulu menjadi distributor enam merek produk kaca film lain yaitu Masterpiece, 02, Signature, Johnson, Blacklist, dan First Klass.
Sementara itu distributor kaca film 3M untuk Original Equipment Manufacturing (OEM) produsen kendaraan tidak berubah, yaitu Dharmesta Swasti Mandiri. (fea/mik)