Sport Utility Vehicle (SUV) Fortuner masih menjadi kontributor terbesar ekspor CBU Toyota dengan catatan sebesar 52.600 unit, lalu diikuti Avanza 35.300 unit, dan ketiga Rush 34.100 unit.
Selain itu Agya juga berkontribusi pada ekspor Toyota dengan jumlah 31.000 unit, lantas Vios mengekor sejumlah 23.100 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 2018, Warih memaparkan bahwa Toyota berhasil menambah destinasi ekspor Rush yang sebelumnya hanya ke Malaysia, kini jadi ke lebih dari 50 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
Warih memproyeksi pada tahun ini ekpor Toyota dapat kembali naik, lima persen.
"Studi-studi untuk mempelajari destinasi ekspor baru termasuk ke Australia masih terus kami lakukan. Di saat yang sama kami juga berupaya tetap fokus dalam hal menjaga kestabilan performa ekspor di negara baru tujuan ekspansi tahun 2018 yang lalu seperti Afrika dan Amerika Latin," kata Warih.
Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam menambahkan semua kendaraan yang diimpor utuh merupakan produksi lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri 75 persen hingga 94 persen.
Bob juga menuturkan bahwa hingga saat ini sudah lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia dan Timur Tengah yang menjadi tujuan ekspor Toyota.
"Peningkatan kandungan lokal murni (true localization) produk yang dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya yang fundamental untuk menjaga daya saing," kata Bob. (ryh/fea)