Perjanjian telah ditandatangani antara kedua perusahaan pada Kamis (14/2), yang diwakili Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin dan Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.
Budi menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk menekan impor dari sektor otomotif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Budi menjelaskan bahwa Inalum memiliki prospek memasok hingga 150 MT per bulan Aluminium Foundry Alloy (aluminium paduan A365) ke Pakoakunia (PAKO) yang merupakan perusahaan pemasok pelek untuk pabrikan otomotif Indonesia. Angka ini ditargetkan terus meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada gilirannya dapat meningkatkan competitiveness (daya saing) industri nasional," kata Warih.
Warih menambahkan pasokan Aluminium Foundry Alloy akan terus ditambah secara bertahap seiring dengan kemampuan Inalum dalam memasok aluminium. Sedangkan kemampuan Inalum dalam memproduksi Aluminium Foundry Alloy untuk pelek didukung dengan kapasitas produksi sebesar 90 ribu ton per tahun.
Dengan pasokan aluminium dari Inalum, impor Aluminium Foundry Alloy di sektor industri otomotif dapat dikurangi secara bertahap sehingga memberi dampak positif berupa potensi penghematan devisa sebesar US$1,3 juta per tahun di tahap awal karena pasokan aluminium hanya terserap oleh kendaraan bermerek Toyota produksi TMMIN.
Ke depannya, angka ini diharapkan akan meningkat dalam jumlah signifikan. (ryh/mik)