Chief Executive Officer Auto2000 Martogi Siahaan mencoba menanggapi kemunculan kompetitor Avanza tersebut. Menurutnya, pihak Auto2000 tak ingin ambil pusing dengan peluncuran Livina baru.
Ia menyakini produk si kembar Xpander-Livina tak akan memakan korban, yaitu Avanza. Dijelaskan Martogi, fokus Auto2000 adalah memaksimalkan pengiriman Avanza kepada konsumen di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang bisa saya sampaikan kalau beli Avanza sekarang tidak bisa dapat ready. Berapa tipe tertentu kami bisa satu setengah bulan. Dan ada yang dua bulan tergantung warna dan tipe. SPK (surat pemesanan kendaraan) saya tidak terlalu detail," ucap Martogi.
Livina diketahui selalu menjadi menjadi juru kunci dalam rapor penjualan low MPV Indonesia. Performa Nissan Grand Livina terus turun seiring tahun dan munculnya pesaing dari para kompetitor.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) 2018, Livina berada pada posisi buncit dengan penjualan wholesales (pengiriman dari pabrik ke dealer) 2.437 unit atau di bawah merek baru asal China, yakni Wuling Confero 11.062 unit.
Kompetitor harus mengantisipasi serangan Nissan Livina yang sedang 'mati suri'. Pada pekan depan, Nissan Motor Indonesia akan meluncurkan Livina baru yang menjadi 'kembaran' Xpander.
Xpander terbilang sukses merebut hati konsumen dengan berbagai keunggulan yang tidak dimiliki pesaingnya. Jika Livina terbukti dipersiapkan lebih matang, tidak menutup kemungkinan akan menjadi bumerang bagi Xpander. (ryh/mik)