Berdasarkan data crunchbase.com, Gojek berdiri pada 12 Oktober 2010, didirikan oleh Nadiem Makarim, Kevin Aluwi, dan Michaelangelo Moran. Gojek memulai bisnis penyedia jasa transportasi sejak aplikasinya dirilis pada Januari 2015.
Sejak berdiri, Gojek diketahui sudah tujuh kali membuka funding series, yaitu sekali pada 2014, sekali pada 2015, tiga kali pada 2016, dan dua kali pada 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Yamaha Suntik Dana Rp2,1 T ke Grab |
Tiga pendapatan terbesar Gojek terjadi pada funding series 4 Agustus 2016 dengan nilai US$550 juta, pada 30 Oktober 2018 senilai US$920 juta, dan pada 12 Februari 2018 senilai US$1,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan cbinsights.com, valuasi Gojek saat ini sebesar US$10 miliar atau statusnya lebih tepat disebut decacorn, sudah naik kelas dari unicorn.
Grab telah menggelar 22 funding rounds dan sudah mengumpulkan US$7,3 miliar dari 39 investor. Pendanaan paling besar Grab datang dari GGV Capital, Vertex Ventures, dan Tiger Global.
Selain itu Grab juga diketahui mendapatkan pendanaan dari Yamaha Motor Company US$150 juta pada 12 Desember 2018, Hyundai Motor Company US$250 juta pada 6 November 2018, dan Toyota Motor Company US$1 miliar pada 12 Juni 2018.
Walau mendapatkan pendanaan lebih besar, valuasi Grab tidak beda jauh dari Gojek, yaitu sebesar US$11 juta. Serupa Gojek, Grab juga mencapai status decacorn.
Saat ini ada delapan unicorn di Asia Tenggara, empat di antaranya ada di Indonesia, yaitu Gojek, Bukalapak, Traveloka, dan Tokopedia. Menariknya tiga lainnya berasal dari Singapura, yaitu Lazada, Sea, dan Razer. (fea/mik)