"Ya, kami menggunakan aliansi kami, aset Mitsubishi. Ya itu benar. Setelah peluncuran mobil Mitsubishi [Xpander] kami punya waktu. Dalam periode itu kami sangat berhati-hati mempelajari dan mengembangkan produk dengan desain kami, apa yang kami bisa gunakan," jelas Senior Vice President and Head of Nissan's Asia & Oceania Yutaka Sanada saat peluncuran Livina terbaru di Jakarta, Selasa (19/2).
Menurut Sanada, Xpander sudah diapresiasi baik dari konsumen Indonesia. Hal itu dikatakan kabar baik buat aliansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanada mengatakan juga, pemanfaatan aset aliansi bukan hanya bakal terjadi di Indonesia. Nissan disebut sedang mempertimbangkannya untuk Thailand dan Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nissan Livina baru menyuguhkan gril V Motion yang menjadi ciri khas mobil-mobil Nissan di dunia. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki) |
Pada Oktober 2018, Mitsubishi Motors Corporation sudah mengungkap pada tahun fiskal 2020 mesin 1.500 cc Xpander, yang juga digunakan pada generasi baru Livina, bakal diproduksi di pabrik Nissan di Indonesia. Telah diketahui bersama, Mitsubishi Indonesia merupakan produsen Xpander dan Livina.
"Ini adalah peluang bagus buat Nissan dan Mitsubishi. Fasilitas produksi mesin Nissan faktanya dalam hal kualitas di dunia dinilai nomor satu. Tantangan kami, kami belum memanfaatkan penuh aset ini kemudian Mitsubishi mau menghindari beberapa investasi baru," kata Sanada.
Lihat juga:Renault Cela Nissan Karena Investigasi Ghosn |
"Tentu ini adalah win win solution mencoba memproduksi mesin ini di pabrik Nissan dan menyediakannya buat Xpander, produk utama mereka. Kami bisa membuat generasi baru produk ini bersama," jelasnya lagi.
[Gambas:Video CNN] (fea/mik)
Nissan Livina baru menyuguhkan gril V Motion yang menjadi ciri khas mobil-mobil Nissan di dunia. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)