CEO Rolls-Royce Torsten Müller-Ötvös bilang tidak percaya sistem hybrid ataupun plug in hybrid solusi buat mobil-mobil Rolls-Royce yang dikenal berkapasitas mesin besar haus bahan bakar. Mesin besar dibutuhkan buat mengimbangi segala perlengkapan kelas berat untuk penumpang tajir di kabin.
"Kami tidak akan ke hybrid, kami akan langsung ke elektrik. Dan kami melakukannya tahap demi tahap," kata Müller-Ötvös kepada whichcar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Power bukan isu buat mobil listrik. Bukan isu sama sekali. Itu bahkan lebih mudah dibanding mesin pembakaran dalam sebab torsi substansial. Dan Roll-Royce semuanya tentang torsi," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Müller-Ötvös juga menyebut tidak tertarik mengaplikasikan mesin V8 ataupun 6-silinder segaris yang dimiliki BMW.
Müller-Ötvös tidak bisa memastikan kapan Rolls-Royce bakal masuk ke teknologi listrik. Namun dia menggambarkan bakal memulai kira-kira setelah mobil pembakaran dalam mulai diusir sepenuhnya dari kota-kota besar di pasar penting, yakni China.
"China sangat baik mempromosikan mobil listrik buat industri mereka sendiri, dan itulah masa depan. Dan bila Anda ingin berpartisipasi di pasar China, semua orang harus melakukannya," kata Müller-Ötvös. (fea)